Asesmen Nasional (AN) SMP Negeri 3 Balusu SATAP diadakan di SMP Negeri 1 Balusu

Pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2021, siswa-siswi kelas 8 di sekolah kami mengikuti Asesmen Nasional. Siswa-siswi kelas 8 di SMP Negeri 3 Balusu SATAP berjumlah 26 orang, yang dibagi kedalam 2 sesi. Kegiatan AN tersebut kami lakukan dengan cara menumpang di SMP Negeri 1 Balusu, karena di sekolah kami belum tersedia perangkat yang memadai dan buruknya sinyal internet dilokasi sekolah kami.

Melalui kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak SMP Negeri 1 Balusu ; Bpk. Yohanis Karambe (Kepala Sekolah), Bpk. Suanda Basri dan Ibu Dewiariasti (proktor dan teknisi), atas pelayanan yang diberikan sehingga AN disekolah kami dapat diselesaikan dengan baik.

Foto Bersama Yohanis Karambe, Kepala SMP Negeri 1 Balusu dan Oktavianus P. Layuk, SMP Negeri 3 Balusu SATAP

Perbedaan dengan Ujian Nasional (UN), Proses dan Tujuan.

Banyak orang yang berpendapat bahwa Asesmen Nasional (AN) hanyalah pergantian nama dari Ujian Nasional (UN). Ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa perbedaan mendasar antara AN dan UN yang kami kutip dari zenius.net antara lain :

PerbedaanUNAKM
Jejang PenilaianSMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C, dan SMK SederajatSD/MI/Paket A, SMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C dan SMK Sederajat
Level PesertaKelas AkhirKelas 5, 8, dan 11
Subjek PesertaSensus murid kelas akhirSensus satuan pendidikan dengan sampel murid
Tingkat AsesmemHighstake (penentu kelulusan)Lowstake  (bukan penentu kelulusan)
Model SoalPilihan Ganda dan Isian Singkat (Matematika SMA/SMK)Pilihan Ganda, Pilihan Ganda Kompleks, Isian Singkat, dan Uraian
Periode Asesmen tiap Peserta4 hari2 hari
Moda PelaksanaanSemi daringDaring, semi daring
Metode PenilaianComputer-based Test (CBT)Computerized Multi-Stage Adaptive Testing (MSAT)
Spesifikasi Minimal Infrastruktur SekolahServer lokal, komputer client, Bandwith 1 MbpsSemi daring: server lokal, komputer client, bandwith 1 MbpsDaring: komputer client, bandwith 12 Mbps untuk 15 client

Adapun Asesmen Nasional (AN) mencakup tiga komponen besar, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Nantinya hasil dari ketiga komponen AN akan disampaikan kepada sekolah dan pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi diri dan perencanaan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Tidak ada konsekuensi diberikan terhadap peserta AN.

Mengutip kata-kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Anindito Aditomo di blog kemendikbud.go.id ; “Hasil pemetaan dari AN dapat membantu sekolah, pemerintah daerah, dan Kemendikbudristek untuk melakukan intervensi yang lebih terarah dan berbasis data, sehingga lebih sesuai kebutuhan. Umpan balik dari AN dibutuhkan untuk mendorong transformasi pendidikan ke arah yang lebih berkualitas”. Hal ini selaras dengan ucapan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, “Perubahan asesmen nasional tidak lagi mengevaluasi pencapaian murid secara individu, akan tetapi mengevaluasi, memetakan sistem pendidikan berupa proses dan hasil”.

Semoga dengan hasil Asesmen Nasional ini sekolah kami bisa “bercermin” dan melakukan evaluasi diri di segala bidang baik, dari sisi guru sebagai pengajar maupun siswa-siswi. Agar kedepannya kualitas pendidikan di sekolah kami dapat terus kami tingkatkan.

Salam Pendidikan

Admin Website

Leave a Comment