Refleksi Akhir Tahun 2021

Jangan sesali masa lalu, jangan mengkhawatirkan masa depan, karena selalu ada harapan saat membuka lembaran baru.

Admin Website

Tak terasa kita telah sampai di penghujung tahun 2021. Banyak hal yang telah terjadi yang telah terjadi dalam lingkungan sekolah kami dalam kurun waktu 1 tahun ini, beberapa diantaranya kami tuliskan diartikel ini :

Masa Pandemi

Awal tahun 2021 kita masih dalam masa pandemi Covid-19 yang membuat kegiatan belajar mengajar belum normal seperti biasanya. Hal ini dikarenakan sistem shift perhari yang kami terapkan disekolah kami. Adapun sistem shift PBM yang kami terapkan di sekolah kami adalah sebagai berikut :

Hari/KelasKelas 7Kelas 8Kelas 9
Senin Hadir
SelasaHadir
RabuHadir
KamisHadir
JumatHadir
SabtuHadir

Dari tabel diatas nampak bahwa setiap rombel hanya hadir 2 hari seminggu. Agar kegiatan belajar mengajar dapat efektif maka kurikulum yang kami terapkan adalah kurikulum darurat yang disiapkan Kemendikbud. Jika dibandingkan dengan kurikulum K13 reguler, Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang lebih “ramping” sehingga lebih mudah tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai.

Asesmen Nasional

Ditahun 2021, sekolah kami untuk pertama kalinya mengadakan Asesmen Nasional, seperti yang kami jelaskan dalam artikel Asesmen Nasional (AN) SMP Negeri 3 Balusu SATAP diadakan di SMP Negeri 1 Balusu. Hal ini kami lakukan karena ketika itu sekolah kami belum memadai secara alat maupun ruangan.

Bantuan TIK dari Kemendikbud

Seperti yang kami tuliskan dalam artikel Bantuan TIK dari Kemendikbud, Akhirnya Tiba, pada tahun ini sekolah kami juga mendapat bantuan berupa yrex Chromebook M432-2 sebanyak 15 buah, wireless router Prolink PRN3006L, proyektor Viewsonic PA503X / Infokus IN114XV, dan konektor Zyrex Connector VHD.

Guru Mengikuti PPG Daljab dan Lulus PPPK

Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab) dan Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang adalah program-program pemrintah yang bertujuan menaikan kompetensi dan taraf kesejahteraan guru. Setidaknya ada 2 guru yang lulus PPG dan 2 guru yang lulus PPPK di sekolah kami. Ini adalah 2 pencapaian membanggakan yang patut diapresiasi.

Bencana Tanah Longsor di Desa Karua

Berita dukacita datang dari salah satu siswi kelas 9 di sekolah kami, Agnes Pasang, yang meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi pada tanggal 1 Desember 2021 di desa Karua, Kec. Balusu, Kab. Toraja Utara. Juga, beberapa siswa/i lain yang terdampak karena rumah mereka roboh diterjang tanah longsor, mereka sempat tidak bisa bersekolah beberapa hari karena seragam sekolah, tas, sepatu, dan barang-barang lain mereka telah lenyap. Kejadian ini sempat diliput oleh berbagai media lokal maupun nasional.

Pemberian santunan diwakilkan oleh Kepala SMP Neg. 3 Balusu SATAP, Oktavianus P. Layuk, S.Pd.

Sebagai bentuk rasa prihatin dan iba hati yang mendalam, pihak sekolah memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan Almarhumah dan juga beberapa siswa/i yang terdampak bencana. Diharapkan agar santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga korban bencana alam tersebut.

Harapan ditahun 2022

Tentu saja harapan terbesar kami adalah pandemi Covid-19 bisa berakhir dan semua kegiatan disekolah bisa kembali normal. Disamping itu, kami juga berharap agar tahun ini sekolah kami bisa melaksanakan Asesmen Nasional (AN) secara mandiri karena alat telah tersedia. Kami juga berharap siswa/i kelas 9 sebagai lulusan tahun 2022 bisa mempunyai kompetensi akademik yang baik di sekolah lanjutan manapun yang mereka pilih.

Sebenarnya masih banyak lagi harapan kami yang belum kami sampaikan, namun secara singkat kami mengharapkan pendidikan menjadi lebih baik, di daerah kami Toraja Utara secara khususnya dan secara umum dinegara kita tercinta ini, Indonesia.

Bantuan TIK dari Kemendikbud, Akhirnya Tiba

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2021, sekitar jam 1 siang, bantuan TIK tiba disekolah kami, SMP Negeri 3 Balusu SATAP, dengan diantar oleh ekspedisi dan disambut oleh panitia yang terdiri dari 5 orang guru dan kepala sekolah.

Tak dapat kami pungkiri, kedatangan bantuan TIK berupa 15 unit laptop Chromebook, 1 unit proyektor LCD, 1 unit router wireless, dan 1 unit konektor ini sudah lama dinantikan kehadirannya disekolah kami. Alasannya karena memang bantuan TIK ini sangat kami perlukan dalam berbagai kegiatan, terutama kegiatan-kegiatan yang membutuhkan teknologi (misalnya : jaringan internet dan laptop). Dan, tentu saja akan bermanfaat bagi siswa/i kami dalam kegiatan belajar mengajar, Kompetisi Science Nasional (KSN), Asesmen Nasional (AN), maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

Seperti yang kami tulis diartikel Harapan dibalik KSN (Kompetisi Science Nasional) 2020, masih teringat jelas di ingatan kami harus mengantar siswa kami ke ibu kota Kabupaten, Rantepao, untuk mengikuti kegiatan tersebut. Atau ketika Asesmen Nasional, seperti yang kami ceritakan dalam artikel Asesmen Nasional (AN) SMP Negeri 3 Balusu SATAP diadakan di SMP Negeri 1 Balusu. Belum lagi kegiatan rutin seperti sinkronisasi DAPODIK dan RKAS yang sudah tentu membutuhkan perangkat dan jaringan internet.

Membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk melakukan proses penerimaan perangkat TIK yang datang tersebut, mulai dari foto bersama pihak ekspedisi dan pihak sekolah, pemeriksaan awal perangkat TIK sampai dengan penandatanganan BAST ( Berita Acara Serah Terima). Berikut galeri foto/video yang sempat kami dokumentasikan dari kegiatan ini :

Bentuk Nyata dari Digitalisasi Sekolah

Salah satu program yang diserukan Mas Menteri Pendidikan : Nadiem Makarim adalah digitalisasi sekolah. Program ini adalah hasil kerja sama antara 2 Kementerian yaitu Kemendikbud dan Kominfo. Tujuan utama dari program pemerintah ini adalah menyiapkan sumber daya manusia menyongsong revolusi industri 4.0. Hal ini sejalan dengan instruksi presiden, Joko Widodo, memberikan perhatian terhadap daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) agar mendapatkan fasilitas-fasilitas pembangunan termasuk di bidang pendidikan. Seperti yang kami kutip dari blog Kominfo, ide awal program ini sebenarnya sudah ada sejak masa jabatan Mendikbud sebelumnya ; Muhadjir Effendy. Maka, salah satu bentuk nyata program digitalisasi sekolah ini yaitu pemberian bantuan TIK kepada sekolah-sekolah didaerah yang tergolong 3T tersebut.

Semoga dengan bantuan TIK ini dapat menjadi semangat baru bagi kami, baik sebagai guru maupun siswa, dalam mengikuti proses belajar mengajar. Sesuai tema Hari Sumpah Pemuda ke-93 “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”, besar harapan kami agar sekolah kamipun dapat bangkit dan tumbuh dari waktu ke waktu.

Salam Pendidikan

Admin Website

Asesmen Nasional (AN) SMP Negeri 3 Balusu SATAP diadakan di SMP Negeri 1 Balusu

Pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2021, siswa-siswi kelas 8 di sekolah kami mengikuti Asesmen Nasional. Siswa-siswi kelas 8 di SMP Negeri 3 Balusu SATAP berjumlah 26 orang, yang dibagi kedalam 2 sesi. Kegiatan AN tersebut kami lakukan dengan cara menumpang di SMP Negeri 1 Balusu, karena di sekolah kami belum tersedia perangkat yang memadai dan buruknya sinyal internet dilokasi sekolah kami.

Melalui kesempatan ini kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak SMP Negeri 1 Balusu ; Bpk. Yohanis Karambe (Kepala Sekolah), Bpk. Suanda Basri dan Ibu Dewiariasti (proktor dan teknisi), atas pelayanan yang diberikan sehingga AN disekolah kami dapat diselesaikan dengan baik.

Foto Bersama Yohanis Karambe, Kepala SMP Negeri 1 Balusu dan Oktavianus P. Layuk, SMP Negeri 3 Balusu SATAP

Perbedaan dengan Ujian Nasional (UN), Proses dan Tujuan.

Banyak orang yang berpendapat bahwa Asesmen Nasional (AN) hanyalah pergantian nama dari Ujian Nasional (UN). Ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa perbedaan mendasar antara AN dan UN yang kami kutip dari zenius.net antara lain :

PerbedaanUNAKM
Jejang PenilaianSMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C, dan SMK SederajatSD/MI/Paket A, SMP/MTs/Paket B, SMA/MA/Paket C dan SMK Sederajat
Level PesertaKelas AkhirKelas 5, 8, dan 11
Subjek PesertaSensus murid kelas akhirSensus satuan pendidikan dengan sampel murid
Tingkat AsesmemHighstake (penentu kelulusan)Lowstake  (bukan penentu kelulusan)
Model SoalPilihan Ganda dan Isian Singkat (Matematika SMA/SMK)Pilihan Ganda, Pilihan Ganda Kompleks, Isian Singkat, dan Uraian
Periode Asesmen tiap Peserta4 hari2 hari
Moda PelaksanaanSemi daringDaring, semi daring
Metode PenilaianComputer-based Test (CBT)Computerized Multi-Stage Adaptive Testing (MSAT)
Spesifikasi Minimal Infrastruktur SekolahServer lokal, komputer client, Bandwith 1 MbpsSemi daring: server lokal, komputer client, bandwith 1 MbpsDaring: komputer client, bandwith 12 Mbps untuk 15 client

Adapun Asesmen Nasional (AN) mencakup tiga komponen besar, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Nantinya hasil dari ketiga komponen AN akan disampaikan kepada sekolah dan pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi diri dan perencanaan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Tidak ada konsekuensi diberikan terhadap peserta AN.

Mengutip kata-kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Anindito Aditomo di blog kemendikbud.go.id ; “Hasil pemetaan dari AN dapat membantu sekolah, pemerintah daerah, dan Kemendikbudristek untuk melakukan intervensi yang lebih terarah dan berbasis data, sehingga lebih sesuai kebutuhan. Umpan balik dari AN dibutuhkan untuk mendorong transformasi pendidikan ke arah yang lebih berkualitas”. Hal ini selaras dengan ucapan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, “Perubahan asesmen nasional tidak lagi mengevaluasi pencapaian murid secara individu, akan tetapi mengevaluasi, memetakan sistem pendidikan berupa proses dan hasil”.

Semoga dengan hasil Asesmen Nasional ini sekolah kami bisa “bercermin” dan melakukan evaluasi diri di segala bidang baik, dari sisi guru sebagai pengajar maupun siswa-siswi. Agar kedepannya kualitas pendidikan di sekolah kami dapat terus kami tingkatkan.

Salam Pendidikan

Admin Website

Vaksinasi, Harapan Memulai Semester Genap

Tahun 2021 dimulai masih dengan dengan situasi Pandemi Covid-19.

Bagi dunia pendidikan Indonesia ini berarti kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring melalui internet atau secara luring dengan jam belajar tatap muka yang dipersingkat (dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan 3 M).

Angin segar mulai berhembus pada tanggal 13 Januari 2021 ketika Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang di vaksin di Indonesia. Ini menandakan bahwa tidak lama lagi vaksin akan didistribusikan ke daerah-daerah, dan segera diberikan kepada semua yang memenuhi syarat, tak terkecuali bagi dunia pendidikan. Menjadi pertanyaannya adalah apakah setelah proses vaksinasi kegiatan belajar mengajar akan kembali seperti sebelum pandemi Covid-19?

Bukan Berarti Bebas

Ilustrasi : siswa memakai masker saat belajar di sekolah (sumber : gaya.tempo.co)

Hal pertama yang harus diingat adalah “vaksin bukan obat” jadi vaksin ini bersifat mencegah (dengan memperkuat imunitas tubuh terhadap suatu virus) bukannya mengobati. Seperti yang telah diumumkan pemerintah dalam situs resmi covid-19.go.id bahwa vaksinasi bertujuan meningkatkan imunitas kelompok, bukan berfokus pada imunitas individu. Ini berarti setelah vaksinasi dilakukan sesorang bukan berarti secara otomatis kebal terhadap virus Covid-19.

Vaksin membutuhkan waktu untuk membentuk antibodi dalam tubuh manusia, proses nya berbeda-beda untuk setiap orang ada yang cepat ada pula yang lambat. Juga target utama vaksinasi adalah pada umur 18-59 tahun yang merupakan kelompok usia terbanyak terpapar COVID-19, jadi bukan untuk usia siswa SMP (13-15 tahun). Hal ini mewajibkan mereka, siswa/i di tingkat dasar ( SD dan SMP) untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M. Jadi, apakah vaksin menjadi sia-sia belaka?

Tentu saja tidak, vaksinasi tetap menjadi harapan bagi kita ditengah pandemi ini, hanya dampaknya baru bisa dirasakan setelah beberapa waktu. Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 agar mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Penjelasan tentang kekebalan kelompok dapat dilihat diilustrasi penjelasan berikut :

Daring atau Luring

Kembali ke dunia pendidikan, jika ditanya apakah setelah vaksinasi kita akan berkegiatan belajar-mengajar seperti sebelum pandemi. Kita sekarang sudah tahu jawabannya, tentu saja tidak! Protokol kesehatan 3M tetap menjadi senjata ampuh melawan virus ini. Jadi, apakah luring atau daring yang harus kita lakukan? Tentu saja pilihan kembali ke masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan keadaan dimasing-masing lokasi, sarana-prasarana penunjang protokol kesehatan, hasil rapat guru, keputusan dinas pendidikan setempat dan lain-lain.

Tapi satu hal yang tidak kita lupakan sebagai tenaga kependidikan adalah tetap bersemangat mengajar maupun mempersiapkan materi pelajaran. Tidak soal dilakukan jarak jauh atau tatap muka langsung, tetaplah menjadi guru yang memotivasi siswa. Kita semua memang merindukan bebas dari pandemi ini, tapi ini tidak berarti berpangku tangan melihat keinginan belajar anak-anak kita yang makin hari makin dikalahkan game online, sinetron, media sosial, dan antek-anteknya.

Tetap bersemangat

Jadilah teladan, jadilah pembakar semangat belajar siswa. Persiapan materi ajar yang bisa dinikmati siswa, walaupun dalam waktu singkat. Sampaikan materi yang bermakna walaupun disampaikan melalui jarak jauh. Pandemi bukan alasan menyurutkan semangat mengajar kita.

Semoga tulisan ini mampu motivasi dan menginspirasi kita semua.

-Salam

Refleksi Hari Guru Nasional – 25 November 2020

Keluarga besar SMPN 3 Balusu satap mengucapkan “SELAMAT HARI GURU” kepada semua guru di Indonesia khususnya di kabupaten Toraja Utara.

Tahun 2020 adalah tahun yang sangat menguji dunia pendidikan. Pandemi Covid-19 memaksa kreativitas semua warga sekolah termasuk kepala sekolah, guru, maupun siswa, untuk terus melanjutkan proses belajar mengajar walaupun ditengah situasi pandemi.

Berbagai aplikasi dan software, seperti Google Form, group WhatsApp, Facebook, dll digunakan. Tak terhitung kuota/data yang digunakan untuk proses ini.

Kemendikbud juga membuat berbagai kebijakan agar menyelamatkan proses belajar mengajar tanpa membahayakan kesehatan guru dan siswa. Kuota belajar dan berbagai bantuan lainnya adalah bukti nyata.

Berbulan-bulan proses belajar mengajar hanya dilakukan secara online tentu punya efek samping baik siswa maupun guru. Duduk didepan gawai baik smartphone maupun laptop, selama berjam-jam tentu cukup menguras fisik maupun mental.  Tidak heran jika kelelahan dan stres banyak dialami guru maupun siswa. Tetapi, semua itu tidak menjadi halangan, buktinya kita terbukti bisa tetap melakukan proses belajar mengajar sampai bulan November ini. Walaupun masih dihantui rasa takut akan Covid-19 tetapi kita semua mau dan rela melakukan tanggung jawab kita masing-masing.

Seiring berjalannya waktu, keadaan di kabupaten kita semakin membaik sehingga pembelajaran luring bisa dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Adaptasi ini kita lakukan demi terwujudnya Merdeka Belajar di tengah pandemi Covid-19 ini.

Tetap Berprestasi

Pandemi Covid-19 tentu bukanlah halangan untuk terus berprestasi. Bertepatan dengan hari Guru Nasional ini, kami mendapat suatu kebanggaan menerima 2 piagam penghargaan yang diserahkan oleh Pjs. Bupati Toraja Utara Amson Padolo, S.Sos. Adalah Anne Timang siswa kelas 9 yang menerima piagam penghargaan atas prestasinya meraih peringkat kedua dalam KSN 2020 pada tingkat kabupaten. Sedangkan, Septi Pabanne yang mewakili 4 teman lainnya, menerima Piagam Penghargaan Juara 1 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bidang Lomba Tari tingkat kabupaten. Kedua prestasi tersebut tentu tidak terlepas dari kerja keras para guru pembimbing.

Penutup

Kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, namun tentunya keadaan ini tidak membuat kita berpangku tangan, pasif  dan tidak berkarya. Semoga dengan semangat hari guru 25 November dengan tema “BANGKITKAN SEMANGAT WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR” kita dapat kembali bersemangat dalam melaksanakan rutinitas proses belajar-mengajar.