Refleksi Hari Guru Nasional – 25 November 2020

Keluarga besar SMPN 3 Balusu satap mengucapkan “SELAMAT HARI GURU” kepada semua guru di Indonesia khususnya di kabupaten Toraja Utara.

Tahun 2020 adalah tahun yang sangat menguji dunia pendidikan. Pandemi Covid-19 memaksa kreativitas semua warga sekolah termasuk kepala sekolah, guru, maupun siswa, untuk terus melanjutkan proses belajar mengajar walaupun ditengah situasi pandemi.

Berbagai aplikasi dan software, seperti Google Form, group WhatsApp, Facebook, dll digunakan. Tak terhitung kuota/data yang digunakan untuk proses ini.

Kemendikbud juga membuat berbagai kebijakan agar menyelamatkan proses belajar mengajar tanpa membahayakan kesehatan guru dan siswa. Kuota belajar dan berbagai bantuan lainnya adalah bukti nyata.

Berbulan-bulan proses belajar mengajar hanya dilakukan secara online tentu punya efek samping baik siswa maupun guru. Duduk didepan gawai baik smartphone maupun laptop, selama berjam-jam tentu cukup menguras fisik maupun mental.  Tidak heran jika kelelahan dan stres banyak dialami guru maupun siswa. Tetapi, semua itu tidak menjadi halangan, buktinya kita terbukti bisa tetap melakukan proses belajar mengajar sampai bulan November ini. Walaupun masih dihantui rasa takut akan Covid-19 tetapi kita semua mau dan rela melakukan tanggung jawab kita masing-masing.

Seiring berjalannya waktu, keadaan di kabupaten kita semakin membaik sehingga pembelajaran luring bisa dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Adaptasi ini kita lakukan demi terwujudnya Merdeka Belajar di tengah pandemi Covid-19 ini.

Tetap Berprestasi

Pandemi Covid-19 tentu bukanlah halangan untuk terus berprestasi. Bertepatan dengan hari Guru Nasional ini, kami mendapat suatu kebanggaan menerima 2 piagam penghargaan yang diserahkan oleh Pjs. Bupati Toraja Utara Amson Padolo, S.Sos. Adalah Anne Timang siswa kelas 9 yang menerima piagam penghargaan atas prestasinya meraih peringkat kedua dalam KSN 2020 pada tingkat kabupaten. Sedangkan, Septi Pabanne yang mewakili 4 teman lainnya, menerima Piagam Penghargaan Juara 1 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) bidang Lomba Tari tingkat kabupaten. Kedua prestasi tersebut tentu tidak terlepas dari kerja keras para guru pembimbing.

Penutup

Kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, namun tentunya keadaan ini tidak membuat kita berpangku tangan, pasif  dan tidak berkarya. Semoga dengan semangat hari guru 25 November dengan tema “BANGKITKAN SEMANGAT WUJUDKAN MERDEKA BELAJAR” kita dapat kembali bersemangat dalam melaksanakan rutinitas proses belajar-mengajar.

Leave a Comment